::
Start
sumber informasi dan persahabatan

Navbar3

Search This Blog

Rabu, 25 Juli 2012

Mengapa Barat Menciptakan Iran dan Hendak Menghancurkannya Sekarang (Why the West Created Iran & Wants to Destroy it Now)


ayatullah-khomeiniAyatollah Khomeini, adalah seorang agen Barat selama 25 tahun sebelum Illuminati mendudukkannya pada kekuasaan pada tahun 1979.
Ia termasuk seorang Ikhwanul Muslimin. "Revolusi Iran" mirip dengan revolusi "Arab Spring" di Tunisia, Libya, Mesir dan sekarang di Suriah.
Iran diatur oleh Illuminati dan digunakan sebagai alasan untuk  perang.
Menurut kebijaksanaan konvensional, Washington dan Teheran saling membenci sejak Revolusi Islam 1979. Namun ketika kita melihat di bawah permukaan, kita menemukan sangat sedikit bukti untuk mendukung klaim ini.
Para mullah fundamentalis Iran dan para penguasa yang kaya raya di Amerika dan Inggris secara diam-diam, mereka satu sama lain berada dalam satu liga sejak mereka bergabung pada tahun 1953 untuk menggulingkan Perdana Menteri Iran yang terpilih secara demokratis, Dr Mohammad Mossadegh.  Pada saat itu, CIA dan MI6 memberikan takhta Iran kepada Shah.  Akan tetapi mereka tetap mempertahankan hubungan dekatnya dengan para tokoh kunci dalam masyarakat fundamentalis Iran.
Setelah berlangsung satu generasi pemerintahan Shah, rakyat Iran kelelahan karena diperintah dengan kediktatoran yang tidak adil, kemudian giliran mullah untuk memegang kekuasaan yang juga bersifat diktator di Iran. CIA dan MI6 menggulingkan Shah pada pertengahan 1970-an, sebelum ada tanda-tanda akan terjadinya sebuah revolusi di Iran, apalagi sebuah revolusi Islam.
Pada awalnya, rakyat Iran tidak menerima penafsiran Islam radikal dan teokrasi Islam Khomeini. Jutaan orang Iran menolak, dan ribuan orang dieksekusi tanpa pengadilan sebagai pesan kepada seluruh lapisan masyarakat.  Peristiwa yang menjadikan Khomeini memerintah tidak adil dihubungkan dengan Krisis Sandera Iran-Amerika, yang dikatakan oleh Mansoor sebagai sebuah kelicikan yang dipicu oleh para pejabat intelijen, baik dari pihak Khomeini maupun Bush Sr.
Secara simbolis, krisis sandera itu sangat kuat. Hal tersebut menjadikan rakyat Iran radikal, mengabadikan Khomeini, membuat Presiden Carter terlihat lemah, membuat Presiden Reagan terlihat kuat, dan membuat rakyat Amerika membenci Iran.
Kedua komplotan totaliter baik di Amerika maupun di Iran diuntungkan oleh krisis yang mereka ciptakan. Dan keuntungan tersebut tidak saja hanya terjadi di masa lalu. Kedua tiran Amerika dan Iran secara terus-menerus menggunakan gambar sandera Amerika yang ditutup matanya oleh pengikut Syi'ah radikal Iran untuk tujuan politik mereka yang egois. Sebagai akibatnya rakyat Amerika dan Iranlah yang menderita karena terjadi pemisahan yang tidak wajar antara kedua negara ...
hostage-to-khomeini(kiri. Dalam Hostage to Khomeini, Robert Dreyfuss merinci bagaimana Barat mengukuhkan pemerintahan Iran dewasa ini.)
Khomeini adalah agen Illuminati merangkap agen badan intelijen Inggris dan Amerika, yang berbagi visi atas pemerintahan fasis global.
[Dari Hostage to Khomeini, "Itu adalah aliansi antara Freemason, pemilik tanah lama dan ulama yang ditunggangi dalam operasi melawan Shah pada tahun 1963. Pemimpinnya adalah Khomeini, akan tetapi hanya sebagai simbol .... The Voice of Iran melaporkan bahwa "Sejak masih sekolah, Khomeini menerima bayaran setiap bulannya dari agen Inggris dan melakukan kontak secara tetap dengan tuannya." p.88]
Satu-satunya cara mereka agar sebuah pemerintahan fasis global dapat diterima oleh masyarakat dunia adalah dengan membuat ritual berupa Perang Dunia Ketiga ...
Jadi, mereka jauh dari saling membenci, para penguasa totaliter Amerika dan Iran bergantung satu sama lain secara politik dan psikologis untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Selama periode kesulitan ekonomi dan pergolakan politik yang intens, para penguasa yang tidak adil dari kedua negara menggunakan taktik yang paling umum sebagai  pedoman bagi mereka untuk menutupi kekurangan mereka sendiri dan dalam rangka melindungi kekuasaan mereka yang haram, yaitu: Ketakutan.
Mengapa Membuat Musuh? Mengapa Perang? Mengapa Menghancurkan Bangsa?
Dalam sebuah ceramah mengenai Iran pada bulan April 2010,  seorang jurnalis Amerika, Laura Secor mengatakan: "Saya berpikir bahwa seseorang dapat mengabaikan sejauh mana tidak adanya hubungan dengan Amerika Serikat yang benar-benar penting bagi identitas Republik Islam."
Rekayasa Washington mengenai ancaman Iran terhadap tatanan internasional juga sekaligus melayani kepentingan ekonomi dan politik dari komplotan rahasia yang berkuasa di Amerika dan orang-orang sinting yang suka perang di Israel.  Tiran di Amerika perlu musuh untuk melestarikan perang yang berbasis aturan dan kediktatoran keamanan nasional. Dan tiran Islam Iran membutuhkan Setan Besar dan Ular Zionis sebagai musuh untuk melegitimasi kekuasaan mereka yang keras terhadap rakyat Iran.
Para penguasa yang tidak adil di Iran menjarah kekayaan dan sumber daya alam Iran sambil berpura-pura membenci musuh, dan penguasa yang tidak adil Amerika melakukan hal yang sama. Tanpa keadaan perang yang tak berujung, kekuasaan mereka akan runtuh. Kita berhadapan dengan rezim yang sangat barbar, tidak bermoral, dan anti-demokratis yang menggunakan penipuan dan teror untuk menundukkan rakyat. Perang dan kekacauan seperti susu ibu untuk monster totaliter Amerika, Inggris, Israel, dan Iran. Ini adalah makhluk neraka dan kegelapan. Bush, Cheney, Blair, Obama, Khamenei, dan Netanyahu semua layak hukuman mati.
b-c-tb-o-kh-bn
Dalam sebuah artikel berjudul, "Illuminati Mind Control & the Report from Iron Mountain," Dean Henderson menyajikan ungkapkan pernyataan pejabat tinggi Amerika Serikat di awal tahun 1960-an tentang mengapa perang adalah perlu dan baik:
"Pada Administrasi Kennedy tahun 1961, pejabat McGeorge Bundy, Robert McNamara dan Dean Rusk, semuanya  anggota CFR dan Bilderberger, memimpin kelompok penelitian yang menyimak "masalah perdamaian".  Kelompok tersebut  bersama-sama bertemu di Iron Mountain, tempat perlindungan bawah tanah yang besar sekali yang dibuat sebagai tempat berlindung dari serangan nuklir,  yang lokasinya dekat Hudson, New York, di mana think tank CFR dari Institut Hudson berada. Di dalam bunker ini terdapat banyak sekali kantor yang disiapkan dalam terjadinya kasus serangan nuklir untuk Exxon Mobil, Royal Dutch/Shell dan JP Morgan Chase. [7] salinan diskusi kelompok, yang dikenal sebagai Report from Iron Mountain - Laporan dari Iron Mountain, dibocorkan oleh peserta dan diterbitkan pada tahun 1967 oleh Dial Press.
Penulis laporan melihat bahwa perang diperlukan dan diinginkan dengan menyatakan "Perang itu sendiri adalah merupakan dasar sistem sosial, di mana mode sekunder lainnya adalah konflik organisasi sosial atau persekongkolan. (Perang) kekuatan pengorganisasian utama ... stabilisator ekonomi penting dari masyarakat modern. "Kelompok ini khawatir bahwa melalui "kepemimpinan ambigu" "kelas penguasa administratif" mungkin akan kehilangan kemampuannya untuk "merasionalisasi perang yang diinginkan", yang mengarah ke "peniadaan sebenarnya dari institusi militer".
Laporan ini selanjutnya mengatakan, "... sistem perang tidak dapat bertanggung jawab dibiarkan begitu saja ... sampai kita tahu persis apa yang direncanakan untuk menetapkan tempatnya ... Kemungkinan perang memberikan rasa kebutuhan eksternal, tanpa perang pemerintah tidak bisa lama berkuasa ... kewenangan dasar dari sebuah negara modern terhadap rakyatnya berada dalam kekuatan perangnya. Perang telah bertindak sebagai pengaman besar terakhir terhadap penghapusan kelas-kelas yang diperlukan. "
Hal ini sangat membuka pikiran kita bahwa para maniak yang bertanggung jawab atas pandangan terhadap perdamaian dunia di planet bumi kita sebagai sebuah masalah untuk ditangani, padahal seharusnya untuk dirangkul.  Berdasarkan etika,  mereka ini bukanlah individu yang normal.  Perang adalah cara hidup mereka, tetapi setan jahat parasit ini tidak benar-benar langsung mengambil bagian dalam membuat sekarat manusia dan membunuhnya. Mereka membutuhkan perang agar tetap berkuasa, membuat triliunan dolar, dan mengendalikan manusia seperti kepada domba.
"Perang adalah neraka," kata Jenderal William Sherman. Perang modern adalah lebih dari hanya sebuah bisnis besar. Perang telah secara sistematis merusak karakter dan jiwa manusia. Dan hal itu telah menghancurkan kebebasan dan demokrasi di Barat dan di Iran ...
Sebuah Perang Dunia Ketiga adalah ciptaan yang dibuat oleh  monster gila yang menguasai dunia kita. Penghancuran terorganisir yang dilakukan Amerika, Israel, dan Iran akan menciptakan peluang baru bagi para pencatut perang yang tidak tahu malu, produsen senjata global, penguasa monopoli minyak, dan para bankir internasional untuk tetap mencuri. Mereka adalah pencuri busuk, kejam, dan gila yang pantas untuk digantung atas kejahatan mereka terhadap kemanusiaan.

0 komentar: