::
Start
sumber informasi dan persahabatan

Navbar3

Search This Blog

Selasa, 30 Oktober 2012

Channel Two Israel Mengaku Beritanya Palsu



Sekali lagi terungkap kebiasaan Zionis memutarbalik kenyataan. Sekolah-sekolah Gaza yang jelas-jelas diserang seperti ini dengan bom fosfor putih yang panas dan beracun, malah diberitakan sebagai tempat peluncuran roket-roket. foto: Incandescent Planet
 Sebuah stasiun televisi ‘Israel’ mengeluarkan pernyataan resmi bahwa beritanya “palsu dan tidak memiliki bukti yang kuat”. Berita itu mengatakan, bahwa sejumlah sekolah di Gaza milik Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah dijadikan tempat peluncuran roket-roket ke arah kawasan yang dijajah ‘Israel’ selama perang Gaza pada 2008-2009. Channel Two News mengakui bahwa berita berisi tuduhan itu salah.
Sebagaimana diketahui, selama 22 hari dari 27 Desember 2008 sampai 18 Januari 2009 Zionis Israel melancarkan operasi teror bernama Operation Cast Lead (Operasi Timah Panas) yang telah membunuh 1.387 orang warga Jalur Gaza. Sekitar 400 orang diantaranya anak-anak.
Occupied Palestine melaporkan, hari Rabu lalu (24/10), UNRWA menyebut Channel Two News telah mempublikasi pernyataan koreksi atas tuduhan penembakan sejumlah roket dari sekolah-sekolah yang dioperasikan UNRWA di Gaza. Pernyataan ini menegaskan bahwa para pejabat ‘Israel’ sendiri telah mengakui kekeliruan klaim mereka dan tidak ada satu bukti pun yang dapat mendukung tuduhan mereka.
“Kami telah mendengar adanya informasi yang salah saat perang Gaza 2008-2009 dimana ‘Israel’ menuduh ada sejumlah roket yang ditembakkan dari sekitar sekolah UNRWA dan dari gudang utama kami di Gaza,” ujar juru bicara UNRWA, Chris Gunness. Ia melanjutkan, “Informasi salah yang sudah berulang kali terjadi ini telah mengganggu kami dan menimbulkan pemberitaan yang bias (salah). Ini sudah yang ke tiga kalinya hanya dalam beberapa bulan sebuah organisasi berita besar mengklarifikasi informasi salah tentang UNRWA.”
Menurut pernyatan resmi UNRWA, selama operasi Cast Lead tiga pekan berturut-turut , ‘Israel’ banyak menghancurkan fasilits PBB, termasuk gudang yang berisi berbagai jenis bantuan yang nilainya mencapai jutaan dolar.
LSM, Oxfam, Internasional Amnesti dan 14 badan HAM dan bantuan Eropa lainnya pada tahun 2009  melaporkan, selama invasi itu, sedikitnya 18 bangunan sekolah dihancurkan (delapan di antaranya adalah sekolah negeri, dua sekolah swasta dan delapan unit sisanya adalah bangunan TK). Selain itu, 280 bangunan lainnya dilaporkan rusak.
Sebanyak enam dari delapan sekolah negeri yang hancur berada di Utara Gaza. Kondisi ini menyebabkan hampir sembilan ribu siswa terpaksa pindah ke sekolah lain.
Laporan lain menyebutkan, terdapat 640 sekolah di Gaza. Sebanyak 221 unit di antaranya adalah sekolah milik UNRWA, 383 unit merupakan sekolah negeri, 36 unit sekolah swasta yang keseluruhannya menampung 440.000 siswa.
Sekitar 88% dari sekolah UNRWA dan 82% dari sekolah swasta di Gaza sekarang beroperasi dua shift per hari. Bahkan beberapa sekolah di Gaza kini beroperasi tiga shift per hari.
Selama serangan Zionis 2008-2009, sebanyak 164 siswa dan 12 orang guru dari sekolah negeri dilaporkan tewas. Sebanyak 454 siswa dan lima guru terluka. Dari sekolah UNRWA saja, sebanyak 86 siswa dan tiga guru dilaporkan tewas. Sedangkan korban luka-luka sebanyak 402 orang siswa dan 14 guru.
Selama serangan teror biadabnya, penjajah Zionis menghancurkan hampir setengah (46%) dari seluruh sekolah di Gaza. Jika mereka mengklaim serangan-serangan ini tidak disengaja, maka militer ‘Israel’ yang mengaku sebagai tentara paling bermoral di dunia, ternyata juga salah satu pasukan yang paling tidak terlatih dan tidak akurat.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Dua orang siswa Gaza di gedung sekolahnya yang hangus berantakan dihajar roket-roket Zionis.

0 komentar: