::
Start
sumber informasi dan persahabatan

Navbar3

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label islam internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam internasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

Ungkapan Mulia Seorang Anak Tunanetra Penghafal Qur’an Ini Bikin Air Mata Pemirsa-Penyiar TV Tumpah!

Seorang anak tunanetra penghafal Quran tak mengeluh dengan kecacatannya, mengharap rahmat pada Allah Mata adalah jendela dunia. Tanpanya, hidup terasa tak sempurna. Sedih dan mengeluh itu pasti terjadi pada sebagian manusia yang kehilangan penglihatannya. Tapi tidak dengan anak kecil tunanetra dari Mesir ini.Ia adalah salah satu hamba Allah yang ikhlas atas ketetapan-Nya.
Penyiar TV Arab Saudi Al-Wathan mewawancarai anak istimewa ini. Seorang anak laki-laki tunanetra penghafal Al-Qur’an dari Mesir yang berusia 11 tahun.
Dalam wawancara itu penyiar TV Al-Wathan menanyakan perihal bagaimana ia belajar Al-Qur’an dan kebutaannya.
Semangatnya untuk menghafal ayat-ayat Allah yang mulia membuat langkah kakinya ringan untuk pergi ke tempat gurunya.
“Saya yang datang ke tempat syaikh,” katanya. “Berapa kali dalam sepekan?” tanya penyiar TV. “Tiga hari dalam sepekan,” jawabnya.
Jawaban anak ini kian membuat terkejut ketika anak ini memberitahu penyiar bahwa Syaikh yang mengajarinya Al-Qur’an hanya mengajarinya satu ayat per hari.
“Pada awalnya hanya satu hari dalam sepekan. Lalu saya mendesak beliau dengan sangat agar ditambah harinya, sehingga menjadi dua hari dalam sepekan. Syaikh saya sangat ketat dalam mengajar. Beliau hanya mengajarkan satu ayat saja setiap hari,” ujarnya.
“Satu ayat saja?” respon penyiar terkejut, takjub dengan semangat baja anak ini.
Dalam tiga hari itu ia khususkan untuk belajar ayat-ayat suci Al-Qur’an, hingga ia tidak bermain dengan kawan-kawan sebayanya. Sang penyiar tersenyum dan menepuk paha anak itu tanda kagum, yang disambut senyum ceria oleh anak ini.
Yang lebih mengagumkan adalah pernyataannya tentang kebutaannya. Ia tidak berdoa kepada Allah agar Allah mengembalikan penglihatannya, tap rahmat Allah-lah yang ia harapkan.
“Dalam shalatku, aku tidak meminta kepada Allah agar Allah mengembalikan penglihatanku,” katanya. Mendengar jawaban anak ini sang penyiar semakin terkejut. “Engkau tidak ingin Allah mengembalikan penglihatanmu? Kenapa?” tanyanya heran.
Dengan wajah meyakinkan, anak itu memaparkan alasannya. Bukan ia tak yakin pada Allah, bukan. Namun ia menginginkan yang lebih indah dari penglihatan.
“Semoga menjadi keselamatan bagiku pada hari pembalasan (kiamat), sehingga Allah meringankan perhitungan (hisab) pada hari tersebut. Allah akan menanyakan nikmat penglihatan, apa yang telah engkau lakukan dengan penglihatanmu? Saya tidak malu dengan cacat yang saya alami. Saya hanya berdoa semoga Allah meringankan perhitungan-Nya untuk saya pada hari kiamat kelak,” paparnya dengan tegas.
Mendengar kalimat mulia anak ini, semua diam. Penyiar TV nampak berkaca-kaca dan air matanya menetes. Para pemirsa di stasiun TV serta kru TV tersebut juga tak tahan, sehingga tak terasa air mata pun tumpah!
penghafal quran tuna netra dari mesir
“Pada saat ini, saya teringat banyak kaum Muslimin yang mampu melihat namun bermalas-malasan dalam menghafal kitab Allah, Al-Qur’an. Ya Allah, bagaimana alasan mereka besok (di hadapan-Mu)?” kata penyiar.
“Segala puji milik Allah dalam segala keadaan,” kata penghafal Qur’an muda ini. Subhanallah, indahnya dunia tak membuatnya lupa akan Rabbnya dan hari pembalasan.
Ia juga mengatakan bahwa ia terinspirasi dari kaidah Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah (rahimahullah). “Kaidah imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang berbunyi ‘Allah tidak menutup atas hamba-Nya satu pintu dengan hikmah, kecuali Allah akan membukakan baginya dua pintu dengan rahmat-Nya’,” katanya.
Kehilangan penghlihatan sejak kecil, tidak membuat ia mengeluh kepada Sang Pencipta. Ia tak iri pada orang lain apalagi kufur nikmat. Ikhlas menerima takdir-Nya.
“Segala puji milik Allah, saya tidak iri kepada kawan-kawan meski sejak kecil saya sudah tidak bisa melihat. Ini semua adalah qadha’ dan qadar Allah,” katanya.
“Kita berdoa kepada Allah semoga menjadikan kita sebagai penghuni surga Al-Firdaus yang tertinggi,” kata anak istimewa ini.
Matanya yang buta, tak membuat hatinya buta dalam mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan. Subhanallah.
Dalam sebuah hadits Qudsi Nabi (shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda:
إِنَّ اللَّهَ قَالَ: إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ، عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الجَنَّةَ
Allah berfirman: “Jika Aku menguji hamba-Ku dengan menghilangkan penglihatan kedua matanya lalu ia bersabar, niscaya Aku akan menggantikan penglihatan kedua matanya dengan surga,” (HR. Bukhari no. 5653, Tirmidzi no. 2932, Ahmad no. 7597, Ad-Darimi no. 2795 dan Ibnu Hibban no. 2932).
Read More --►

Selasa, 27 November 2012

Hai Pemimpin Muslim, Masihkah Berharap Kemuliaan Dari Selain Allah?


Entitas Yahudi terkutuk yang bernama “Israel”, pada hari Rabu 14 November  2012 telah melancarkan serangan terhadap kota Gaza, akibatnya tidak sedikit kaum Muslim di sana yang terbunuh dan melukai ratusan lainnya. Dalam menghadapi aksi kebencian dan permusuhan entitas Yahudi ini, di antara para penguasa negeri-negeri Islam justru berlomba membuat pernyataan yang menyusahkan dan menunjukkan kebodohannya.
Perdana Menteri Erdogan, sebelum kunjungannya ke Mesir, ia menelepon Obama dan Putin. Seperti biasanya, ia pun menyerukan perdamaian di saat konferensi pers bersama yang diselenggarakan bersama dengan rekan Mesirnya, Muhammad Mursi. Erdogan yang bekerja tanpa rasa lelah dan bosan untuk kepentingan rencana Amerika terkait proyek dua negara di Palestina menjelaskan dengan telanjang bahwa serangan entitas Yahudi merupakan penghalang bagi solusi ini. Pertanyaan yang muncul adalah: “Bagaimana bisa seorang penguasa Muslim melihat bahwa serangan entitas Yahudi sebagai penghalang bagi proyek dua negara yang jelas-jelas merupakan proyek kotor Amerika di Palestina? Apakah darah suci kaum Muslim yang ditumpahkan sejak tahun 1948 sampai hari ini tidak memiliki nilai di mata para penguasa ini?
Setelah kembalinya Erdogan ke Turki, di saat menghadiri pertemuan partai, ia mengatakan: “Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan telah membuat beberapa resolusi sejak awal berdirinya sampai hari ini,  hanya saja belum ada penerapan sanksi apapun, khususnya terhadap Israel. Sehingga, untuk alasan itu, saya bisa mengatakan bahwa saya tidak percaya akan keadilan PBB.”
Mendengar pernyataan ini, kami bertanya pada Erdogan: “Jika Anda benar-benar tidak percaya pada PBB, mengapa Anda mengundang mereka untuk menjadi bagian dari masalah Suriah.”  Padahal hilangnya keadilan PBB adalah fakta yang jelas, karena lembaga ini didirikan dengan tujuan untuk menjaga kepentingan Barat dan Amerika. Sehingga lembaga ini sekarang pun bekerja untuk tujuan tersebut. Jelasnya bahwa perkataan Anda tidak percaya akan keadilan PBB adalah palsu. Allah SWT berfirman: “Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan  kecuali dusta.” (TQS. Al-Kahfi [18] : 5).
Erdogan juga menambahkan pada pertemuan yang sama, bahwa “Kami memiliki tiga pilihan, yaitu melakukan intervensi dengan kekuatan kami, dengan lisan kami, dan kami mengingkarinya dengan dengan hati kami…. Hari ini mereka, namun besok adalah kami. Sehingga jika kita mati, maka kita mati sebagai pahlawan.” Terkait pernyataannya ini, kami katakan sebagai berikut: “Mengingkari dengan hati merupakan perbuatan baik, namun itu perbuatan laki-laki lemah atau perempuan yang tidak berdaya dan kekuatan. Melakukan perubahan dengan lisan adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh kaum Muslim, kelompok dan partai-partai Islam yang benar, yang berani menyerukan kebenaran tanpa rasa takut karena Allah akan celaan para pencela. Adapun melakukan perubahan dengan kekuatan adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh para negarawan dan ahlun nushrah yang memiliki pengaruh dan kekuatan riil. Perbutan itu harus berupa pengusiran entitas Yahudi di Tanah Suci, tanpa sedikit pun mengakuinya, dan mengirim tentara Islam untuk mewujudkannya.
Setelah semua ini, pekerjaan baik apakah yang Anda berharap ridha Tuhanmu, wahai Perdana Menteri? Jika Anda melakukan salah satu dari perbuatan itu, maka Anda akan hidup di dunia dalam kemuliaa, dan mati dalam kemuliaan, serta beruntung dengan mendapatkat pahala di akhirat. Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik  dan amal yang saleh dinaikkan-Nya . Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur.” (TQS. Fathir [35] : 10).
Read More --►

Senin, 15 Oktober 2012

Lawan Iklan Anti Islam, Muslim AS Luncurkan Iklan Tandingan di Stasiun Metro


Sebuah lembaga kebebasan sipil dan advokasi Muslim AS mengumumkan rencana mereka untuk membuat iklan merek sendiri di stasiun Metro dalam upaya memerangi iklan kebencian anti-Muslim yang menyamakan Islam dengan kelompok yang “biadab.”
“Kami mengambil pesan-pesan kebencian yang ada dengan sangat serius,” kata Nihad Awad, Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR), kepada WUSA News Channel Jumat, 12 Oktober lalu.
“Mereka perlu diantisipasi melalui upaya kolektif warga Amerika untuk menolak fobia Islam dan sikap membenci.”
Kampanye iklan tandingan direncanakan setelah hakim federal memutuskan bahwa tidak ada yang bisa menghentikan iklan-iklan anti Islam tersebut disingkirkan di stasiun metro Washington, dengan alasan hak kebebasan berbicara.
Kampanye iklan adalah yang kedua di negara Amerika menyusul kampanye sebelumnya di kota New York.
Kampanye iklan CAIR terbaru terdorong oleh iklan inflamasi yang menyamakan Jihad dengan tindakan biadab muncul di sepuluh stasiun kereta bawah tanah di New York City.
Iklan provokatif tersebut disponsori oleh lembaga pro-Israel American Freedom Defense Initiative.
Satu iklan mengatakan, “In any war between the civilized man and the savage, support the civilized man. Support Israel. Defeat jihad.”
CAIR mengatakan iklan anti-Islam tersebut sangat menyakitkan dan menciptakan iklim ketakutan selama beberapa waktu ketika masjid kemudian menjadi sasaran kemarahan dengan ditembak, dibakar dan dirusak.
Memerangi iklan Islamofobia, CAIR memutuskan untuk memasang tiga spanduk sebesar 16 kaki di stasiun Metro untuk melawan iklan anti Islam.
Iklan tersebut akan terpasang Selasa depan di Glenmont, Georgia Avenue dan tempat pemberhentian U Street Metro.
Iklan CAIR akan menampilkan bagian dari ayat Alquran surat Al-A’raf ayat 199 yang artinya: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.”
Dengan mendapatkan dukungan dari hampir 130 organisasi dari semua agama, CAIR membeli tiga ruang iklan sebesar $ 5400.
Iklan dari CAIR tidak akan dipasang di samping iklan kebencian anti Islam, tetapi akan berada di tiga dari empat stasiun di mana iklan anti-Islam berada.
Read More --►

Kamis, 11 Oktober 2012

Polisi anti "teror" Inggris menangkap dua Muslim atas dugaan "terorisme"



LONDON  - Dua orang Muslim telah ditangkap di Bandara Heathrow atas dugaan terkait tindakan "terorisme."
Menurut laporan Sky, seorang pria dan seorang wanita ditahan pada hari Selasa (9/10/2012) pukul 8:30 waktu setempat setelah tiba dengan sebuah penerbangan dari Mesir ke bandara tersebut.
Kedua pasangan yang berusia 26 tahun tersebut,dibawa ke kantor polisi di pusat London, di mana mereka masih ditahan.
Pernyataan polisi mengatakan bahwa mereka berdua ditangkap atas dugaan "mempersiapkan atau mendorong aksi terorisme." 
Namun polisi tidak mengatakan terkait identitas kewarganegaraan mereka.
Langkah ini adalah bagian dari operasi polisi anti "teror" Inggris dalam membendung meningkatnya warga negara asing pergi ke Suriah untuk membantu atau terlibat Jihad.
Read More --►

Kamis, 04 Oktober 2012

Cerita Barat Untuk Insiden Penistaan Nabi SAW Menanggapi Sebuah Wawancara di BBC


Segera setelah saya keluar dari Studio BBC, saya membuka HP saya. Subhanallah, saya menemukan banyak tanggapan terhadap “Twitter” saya, khususnya tentang wawancara yang saya di “Twitter” mengenai reaksi kaum Muslim terhadap film penistaan terhadap Nabi Muhammad Saw. Di antaranya ada yang setujui dengan apa yang saya kemukakan, sebagian menentang, dan sebagian lagi bertanya tentang beberapa poin lain. Salah satu komentar mengatakan bahwa reaksi itu begitu keras, dan tidak proporsional dengan insiden aslinya, yaitu penistaan terhadap Nabi Saw. Oleh karena itu tidak mengherankan jika banyak orang Barat yang tidak menghormati kesucian simbol-simbol agamanya, yang merasa bahwa reaksi-reaksi ini dibesar-besarkan dan berlebihan. Mereka tidak mengerti bahwa ini adalah episode lain dari serangkaian serangan terhadap Islam, seperti pendudukan Afghanistan dan Irak, kartun Denmark dan merobek al-Qur’an, dll.
Cerita Barat – Kemarahan Islam:
Pemerintah dan media Barat berperan besar dalam kesalahpahaman ini. Ada banyak ruang untuk menjelaskan kepada non-Muslim agar mereka memahami tentang kedudukan Nabi Muhammad Saw di dunia Islam; mengapa mereka bereaksi dengan cara ini; dan juga perasaan umat Islam, khususnya selama sepuluh tahun terakhir dari perang terhadap Islam; peran Amerika di dunia Islam; dan kegagalan para penguasa Muslim dalam merespon secara proporsional terhadap aksi penistaan tersebut. Sehingga inilah yang mendorong mereka untuk mengambil inisiatif sendiri dalam membela Nabi Saw. Bukannya memberi solusi terhadap isu-isu kompleks ini, malah pemerintah dan media menggambarkan masalah ini sebagai “kemarahan Islam”.
Dalam realitasnya, reaksi kaum Muslim yang keras dan irasional—tentang masalah ini menurut cerita mereka—dan bahwa mereka tidak menghormati kebebasan berekspresi, didukung dengan foto-foto yang mencerminkan kebenaran berita itu oleh Newsweek—majalah yang beredar luas—, sehingga inilah yang membuat banyak diskusi dan laporan, termasuk wawancara saya di BBC seputar aspek ini, yang mengabaikan alasan asli bagi provokasi ini, yaitu penistaan terhadap Rasulullah Saw. Pemerintah AS bersikeras bahwa ia tidak dapat melarang aksi penistaan ini karena bertentangan dengan keyakinannya tentang kebebasan berekspresi. Bahkan, penistaan provokatif semacam itu menyebabkan pada perilaku khusus ketika berada bersama orang-orang yang mengklaim bahwa mereka ingin hidup berdampingan secara damai.
Sebagian besar aksi protes adalah berlangsung damai, meskipun ada beberapa aksi yang diwarnai kekerasan sebagai akibat dari rasa marah yang besar, dan rasa sakit akibat penistaan yang tidak beralasan terhadap Nabi dan pemimpin mereka Saw. Perlu dicatat bahwa umat Islam di Barat memprotesnya dengan damai, dengan menjelaskan kepada tetangga dan teman-teman mereka, mengapa mereka begitu cinta dan hormat terhadap Nabi Saw; serta memanfaatkan kesempatan untuk menantang cerita-cerita yang beredar, bahwa kebebasan berekspresi itu tidak ada dalam perilaku yang tidak beradab, dan masalah-masalah yang diakibatkannya. Semua inilah, bahkan dalam masyarakat Barat sekalipun yang menyebabkan terbentuknya perilaku tidak beradab, yang dipenuhi sikap tidak tahu malu, maki-makian dan permusuhan di tengah masyarakat.
Sayangnya, sejumlah kaum Muslim di Barat terpengaruh dengan apa yang beredar tentang masalah ini, bahwa reaksi kaum Muslim dilakukan dengan kekerasan dan irasional, sampai beberapa dari mereka mengklaim bahwa Nabi Saw tidak pernah melakukan reaksi apapun terhadap penistaan yang diterimanya. Oleh karena itu, dalam kasus-kasus tersebut kaum Muslim wajib diam dan tidak melakukan aksi protes, meski dilakukan dengan damai. Ini adalah kebodohan yang tidak mungkin dikatakan bahkan oleh non-Muslim sekalipun. Hal ini menunjukkan bahwa mereka pura-pura bodoh terhadap sejumlah insiden yang menunjukkan reaksi sahabat atas mereka yang melakukan penistaan dan penghinaan terhada Rasulullah Saw, selama mereka membaca sirah Nabawiyah, sedang Nabi sepakat dengan reaksi sahabat itu. Bukannya mereka meneliti dan mempertanyakan cerita pemerintah dan media Barat, bahwa mereka telah meminta maaf. Sungguh ironis, bahwa beberapa orang begitu marah ketika salah satu anggota keluarganya mendapatkan penghinaan, sementara di sini mereka menginginkan kaum Muslim untuk tidak memprotes ketika makhluk Allah yang paling mulia mendapatkan penistaan dan penghinaan ini!
Padahal, Rasulullah Saw bersabda:
«لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتىَّ أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ»
“Seseorang di antara kalian tidaklah beriman sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada anaknya, bapaknya dan semua manusia.” (HR. Muslim). [Taji Mustafa, Perwakilan Hizbut Tahrir di Inggris].
Read More --►

Lagi, Pakistan Bikin Sayembara: US$ 200.000 bagi Pembunuh Pembuat Film Anti Islam



Nakoula Basseley Nakoula (kiri)
PESHAWAR: Lagi, sebuah sayembara bunuh pembuat film anti-Islam dumumkan di Pakistan.
Seorang mantan legislator Pakistan, menawarkan hadiah US$ 200.000 (Rp 1,9 milyar lebih) bagi siapa saja yang berhasil membunuh pembuat film anti-Islam.
Film berjudul Innocence of Muslims ini telah membuat marah umat Islam di seluruh dunia.
Ikramullah Shahid
Ikramullah Shahid, nama mantan legislator itu, membuat tawaran pada hari Senin (1/10/2012) saat berlangsung unjuk rasa di kota barat laut Peshawar, di depan sekitar 15 ribu orang, seperti dilansir surat kabar the Huffington Post, Selasa (2/10/2012).
Aksi unjuk rasa ini dipimpin oleh Difa-e-Pakistan Council, sebuah organisasi yang memayungi kelompok-kelompok Islam. Shahid adalah anggota kelompok itu. Ia juga pemimpin faksi Jamiat Ulama al-Islam.
Ini adalah tawaran kedua yang dibuat di Pakistan. Seorang menteri kabinet federal sebelumnya menawarkan US$ 100 ribu (Rp 958 juta) untuk orang yang berhasil membunuh pembuat film penista Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam itu.
Setidaknya 23 orang tewas dalam protes di Pakistan terhadap film tersebut. Hingga hari ini, demonstrasi memprotes film itu masih terus terjadi di berbagai kota di dunia.
Unjuk rasa film anti Islam di Pakistan
Nakoula Basseley Nakoula, seorang penganut Kristen Koptik warganegara Amerika, adalah penulis skenario, produser, dan distributor Innocence of Muslims.
Trailer film ini diunggah ke YouTube pada 2 Juli 2012 dan dialih-suarakan ke bahasa Arab.
Film ini memicu berbagai aksi protes dan kerusuhan di berbagai kota di dunia, termasuk serangan terhadap diplomat Amerika Serikat di Libya yang menewaskan Duta Besar Christopher Stevens.
Read More --►